Karakteristik Anak Dyslexia

Mengenal Karakteristik Anak Dsylexia

Dyslexia

Source: Google Image

Anak Hebat Mandiri:

Warna & gerakan ilusi seolah dirasakan dari keaksaraan teks seperti muncul tidak stabil, silau atau berpendar kabur. Membaca untuk waktu yang lama bagi anak dyslexia dapat menyebabkan sakit kepala dan kelelahan mata. Sehingga proses itu cenderung akan dilakukan hanya dalam waktu singkat yang pada akhirnya akan dapat mengganggu proses pemahaman anak.

Dalam beberapa kondisi medis tertentu (misalnya epilepsi dan migrain), kerentanan terhadap ketidaknyamanan visual yang dialami anak dyslexia, umumnya terlihat lebih ekstrim. Sindrom ini juga dikenal dengan nama lain, misalnya: “Irlen Syndrome”; “Scotopic Sensitivitas Syndrome”; dan “Pattern Glare”

Dyslexia adalah kondisi variabel dan tidak semua anak dengan dyslexia akan mengalami tingkat masalah kesulitan belajar atau memiliki karakteristik yang sama persis per individunya. Meskipun demikian, karakteristik-karakteristik berikut ini telah banyak dicatat para ahli berkaitan erat dengan anak dyslexia.

1. Kecakapan pengolahan fonologi yang tidak cukup memadai

Kecakapan pengolahan fonologi yang cukup memadai akan mempengaruhi anak memperoleh skill keahlian fonem (phonic skills) dalam belajar baca tulis dan mengeja.

Sehingga kata-kata yang sulit dan tidak familier (asing) terdengar, kadang sering kali anak salah dalam membacanya, menulis dan mengejanya, yang pada gilirannya mempengaruhi pemahaman anak dyslexia.

Kesulitan ini terjadi tidak hanya pada sebagian besar anak-anak dyslexia, tetapi menurut beberapa penelitian juga kadang dapat terjadi pada banyak orang dewasa dengan dyslexia.

2. Adanya kerja sistem memori jangka pendek yang tidak efisien

Sistem memori jangka pendek yang tidak efisien banyak mempengaruhi aspek berbicara, membaca, menulis & mengeja.

Kesulitan-kesulitan ini dapat mencakup masalah dalam mempertahankan asosiasi bunyi suara keaksaraan abjad (huruf), yang akan mempengaruhi anak memperoleh keahlian fonem (fonem skill), kesalahan dalam proses mengakses secara leksikal (kesalahan akses leksikal) dan atau gangguan keterlambatan dalam akses ke leksikal yang akan cenderung untuk memperlambat laju keahlian dan kemampuan baca tulis.

Masalah memori dapat juga menyebabkan masalah dalam memaknai isi teks (terutama ketika anak membaca dengan cepat), kegagalan mengorganisasikan bahan-bahan dalam belajar secara efektif dalam persiapan menempuh ujian, ketidaksinambungan dan hilangnya kata-kata dalam mengeja frase dalam ujian tertulis, karena individu anak dyslexia telah kehilangan memori atas apa dicoba untuk mengekspresikannya.

3. Kesulitan dalam ketrampilan otomatisasi (automatising skills)

Banyak diketemukan, anak dyslexia cenderung tidak memiliki keterampilan otomatisasi yang sangat baik. Tenaga dan pikirannya akan terkuras habis, ketika membaca dan menulis dengan keterbatasan memori jangka pendek, sedangkan di sisi lain anak non-dyslexia umumnya hanya memerlukan sedikit usaha, tenaga dan pikiran tanpa susah payah.

Dalam situasi di ruang kelas, anak dyslexia mungkin tidak dapat berkonsentrasi pada kedua mekansime ejaan (spelling), tata bahasa (grammar), tanda baca (punctuation) dan isi dari karya tulis atau teks buku bacaan.

Individu dyslexia kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam mendengarkan guru dengan pemahaman sementara, seperti membuat catatan.

4. Masalah-masalah yang berhubungan dengan pemrosesan visual

Masalah pemrosesan visual, tetapi umumnya dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam membaca, terutama ketika berhadapan dengan sejumlah banyak teks tulisan. Masalah dapat mencakup ketidakstabilan teropong dan kerentanan terhadap ketidaknyamanan visual.

Ketidaknyamanan visual adalah istilah umum untuk efek hipersensitivitas terhadap efek iritasi dari kontras visual yang kuat atau flicker yang cepat (misalnya, dimana garis paralel teks membuat penampilan kisi-kisi hitam-putih secara sadar atau tidak sadar flicker dirasakan berpendar & menyilaukan seperti cahaya lampu neon atau monitor computer).

Sehingga warna & gerakan ilusi seolah dirasakan dari teks, mungkin muncul tidak stabil, silau atau berpendar kabur. Membaca untuk waktu yang lama dapat menyebabkan sakit kepala dan kelelahan mata, dan sehingga proses itu dilakukan hanya dalam waktu singkat & dapat mengganggu proses pemahaman anak.

Dalam beberapa kondisi medis tertentu (misalnya epilepsi dan migrain), kerentanan terhadap ketidaknyamanan visual yang dialami anak dyslexia, umumnya terlihat lebih ekstrim. Sindrom ini juga dikenal dengan nama lain, misalnya: “Irlen Syndrome”; “Scotopic Sensitivitas Syndrome”; dan “Pattern Glare”.

Meskipun tampaknya ada hubungan statistik antara dyslexia & ketidaknyamanan visual, tidak semua orang dengan dyslexia sangat rentan terhadap ketidaknyamanan visual. Dan tidak semua orang yang menderita ketidaknyamanan visual ini, sebagaimana karakteristik khas masing-masing per individu anak dyslexia, akan menunjukkan dyslexia.

Penggunaan lapisan berwarna atau filter, seperti misalnya dengan menggunakan lembaran asetat (acetate sheets) atau lensa warna tint (tinted lenses) dapat bermanfaat dalam mengurangi gejala ketidaknyamanan visual anak dyslexia dalam proporsi wajar & dalam kasus-kasus tertentu.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Dyslexia

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.