Deteksi Dini Anak Dyslexia

Para ahli bersepakat bahwa sindrome dyslexia sekarang ini, telah diakui secara luas sebagai kesulitan atau ketidakmampuan belajar spesifik secara neurologis, yang tidak menyiratkan tingkat kecerdasan rendah, tidak terkait dengan layanan pendidikan yang buruk, dan tidak terkait pula dari ras dan latar belakang tingkat sosial tertentu.

Dyslexia

Resources: Google Image

Dyslexia dan Masa Depan Anak.

Membesarkan dan mendidik anak dengan dyslexia mungkin sering membangkitkan emosi. Dan ketika orang tua/ wali dan atau guru melihat ke masa depan, mungkin akan selalu bertanya-tanya dalam hatinya, “Apakah masalah kesulitan belajar ini akan mempengaruhi masa depan anak?”

Dyslexia bukanlah sebuah prediksi kegagalan. Banyak orang sukses dan terkenal memiliki dyslexia. Ada daftar panjang orang-orang terkenal dengan dyslexia. Daftar ini mencakup sutradara Steven Spielberg, investor Charles Schwab dan aktris Whoopi Goldberg. Hal ini juga termasuk gelandang Tim Tebow, dan penulis Dav Pilkey, yang menciptakan buku Captain Underpants populer. Dan masih banyak lagi daftar orang-orang terkenal dan sukses, jika mau browsing di google.

Jadi para ahli bersepakat bahwa sindrome dyslexia sekarang ini, telah diakui secara luas sebagai kesulitan atau ketidakmampuan belajar spesifik secara neurologis, yang tidak menyiratkan tingkat kecerdasan rendah, tidak terkait dengan layanan pendidikan yang buruk, dan tidak terkait pula dari ras dan latar belakang tingkat sosial tertentu.

Awal, Kenalilah Tanda Gejala Anak Dyslexia.

Saat baru mulai program, jangan mencoba untuk dapat mengatasi semuanya sekaligus. Pada saat awal, untuk membantu anak dyslexia, cukup dengan belajar untuk lebih banyak tahu tentang gejala, faktor penyebab dan strategi-strategi yang dapat digunakan di rumah dan di sekolah. Penelitian telah membuktikan bahwa ada cara yang berbeda dalam pembelajaran yang dapat membantu anak dengan dyslexia sehingga berhasil. Ada banyak yang dapat dilakukan sebagai orang tua/ wali dan guru.

Karena dyslexia adalah syndrome, variasi koleksi kombinasi karakteristik terkait, tampak berbeda-beda dalam derajat tingkat keparahan dari individu per individu. Karakteristik ini mencakup, tidak hanya khasnya problematik yang dialaminya.

Beberapa anak-anak dengan dyslexia mungkin mengalami kesulitan dengan membaca dan mengeja. Sedangkan yang lain mungkin berjuang keras dan susah payah untuk menulis atau untuk memberitahu kiri dari kanan.

Anak yang tampaknya tidak begitu berjuang berat saat awal membaca dan menulis. Namun kemudian, anak mengalami kesulitan dengan keterampilan bahasa yang kompleks, seperti tata bahasa, pemahaman bacaan dan lebih mendalam lagi dalam menulis keaksaraan.

Anak dyslexia sulit dalam mengekspresikan diri dengan jelas. Sulit dalam menyusun pikirannya selama percakapan. Kemungkinan mereka akan memiliki kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk mengatakan. Yang lain berjuang untuk memahami apa yang mereka dengar. Hal ini terutama berkenaan ketika seseorang menggunakan bahasa nonliteral seperti humor lelucon, sindiran dan ibarat kiasan.

Beberapa tanda-tanda peringatan untuk dyslexia, seperti keterlambatan bicara (speech delay), muncul sebelum anak mencapai TK, akan tetapi lebih sering anak dyslexia baru dapat teridentifikasikan setelah duduk di sekolah dasar. Karena sekolah dasar lebih menuntut anak bisa baca tulis dan melek keaksaraan, permasalahan pengolahan bahasa dan lafal pengucapan, akan menjadi lebih mudah diketahui.

Banyak anak dyslexia memiliki satu atau dua gejala-gejala di bawah ini yang mungkin susah dihilangkan, yang akan dijelaskan di bawah ini.

Tanda Peringatan Gejala Anak Dyslexia, Usia Prasekolah dan atau TK.

  1. Anak mengalami kesulitan mengenali aksara huruf alphabet.
  2. Anak berjuang keras dengan susah payah untuk mencocokkan aksara huruf alfabet dengan bunyi lafal huruf alfabet, seperti misalnya tidak tahu perbedaan pengucapan b dan d; p dan q; 3 dan 8; 9 dan 6 dan lain sebagainya.
  3. Anak memiliki kesulitan pencampuran suara menjadi kata-kata, seperti misalnya menghubungkan kata dasar “lupa” dengan kata obrolan me”lupa”kan.”lupa”kah?, “lupa”kan dan lain sebagainya.
  4. Anak berjuang keras dengan susah payah untuk mengucapkan kata-kata dengan benar, seperti mengatakan “beri” bukan “beli”; “bias” bukan “bisa”; “paras” bukan “pasar” dan lain sebagainya.
  5. Anak memiliki kesulitan belajar kata-kata baru.
  6. Anak memiliki kosakata yang lebih sedikit daripada anak-anak lain pada usia sebayanya.
  7. Anak memiliki kesulitan belajar menghitung atau mengatakan hari-hari dalam minggu dan tata urutan kata-kata atau tata urutan angka-angka.

Tanda Peringatan Gejala Anak Dyslexia, di Sekolah Dasar atau Menengah (Middle).

  1. Anak masih berjuang keras dengan membaca dan mengeja.
  2. Anak mengalami kebingungan urutan huruf, seperti menulis “left” (kiri) bukan “felt” (merasa) dalam bahasa Inggris. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, seperti misalnya “bias” buka “bisa”; “paras” bukan “pasar” dan lain sebagainya.
  3. Anak mengalami kesulitan mengingat fakta-fakta dan angka-angka.
  4. Anak mengalami kesulitan memegang pensil dengan benar bukan mencengkeram.
  5. Anak memiliki kesulitan menggunakan tata bahasa yang benar.
  6. Anak memiliki kesulitan belajar keterampilan baru dan sangat bergantung pada hafalan.
  7. Anak akan tersandung masalah kata dalam pelajaran matematika.
  8. Anak memiliki waktu yang sulit mengucapkan kata-kata asing atau pun kata saduran dari bahasa asing.
  9. Memiliki kesulitan mengikuti urutan arah dan tata urutan.

Tanda Peringatan Gejala Anak Dyslexia, di Sekolah Tinggi (High School).

  1. Anak masih berjuang susah payah dengan membaca keras-keras.
  2. Anak tidak mampu membaca di tingkat kelas yang diharapkan.
  3. Anak memiliki kesulitan memahami lelucon atau idiom kiasan.
  4. Anak mengalami kesulitan mengatur dan mengelola waktu.
  5. Anak masih berjuang keras untuk meringkas cerita atau resume dari bacaan cerita.
  6. Anak memiliki kesulitan belajar bahasa asing.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Dyslexia

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.