Seksualitas Anak Autis

Seksualitas Anak Autis Pada Masa Pubertas

Autism Remaja

Ilustrasi:
Ada seorang ibu menelpon saya untuk konsultasi tentang anaknya yang terdiagnosis autis, usianya sekitar 17 tahun. Ibunya bercerita kepada saya, bahwa anaknya tiba-tiba mogok sekolah (sekolah khusus autis). Dia hanya berdiam diri di rumah. Tidak melakukan aktivitas apapun. Seperti melukis. Kebetulan anak tersebut memiliki bakat dalam bidang seni, yaitu melukis. Dan karya-karyanya pun sudah diakui. Jadi anak tersebut mengalami kemuduran yang sangat signifikan. Saya diminta untuk memulihkan kembali secara psikologisnya, sehingga ia mau sekolah dan berkarya lagi.

Pada kunjungan pertama, saya melakukan observasi dan asesmen. Saya melakukan pendekatan layaknya seorang teman yang mempunyai rasa empati kepada anak tersebut. Pertama-tama, saya mengalami penolakan, tetapi kemudian ia merasa enjoy dan nyaman dekat dengan saya.

Demikian pula pada kunjungan kedua dan ketiga, saya datang lagi untuk observasi dan asesmen, ditambah dengan bekal cerita ibunya kepada saya tentang anaknya. Akhirnya, saya dapat menyimpulkan sedikit mengenai permasalahan yang dialami anak tersebut, yaitu problema seksualitas anak autis pada masa pubertas.

Ketika memasuki masa pubertas, seperti orang lain yang normal anak autis mengalami perkembangan juga, tetapi tidak berlangsung normal. Salah satu gejala yang muncul ialah dalam bentuk perilaku seksual yang dianggap tidak normal atau tidak wajar.

Perilaku seksual pada anak autis menarik perhatian karena perilaku seksual selalu dikaitkan dengan nilai sosial dan moral, sehingga sering mengundang keterlibatan orang lain yang merasa berkepentingan dengan nilai sosial dan moral itu.

Masa pubertas anak autis, kadang ditunjukkan dengan perubahan emosional yang cenderung lebih rumit. Karena minat anak autistik terhadap lawan jenis sering kali ditentang oleh lingkungan, sehingga tidak ada informasi yang jelas (sangat minim) yang dapat dimengertinya, atau sebaliknya anak autistik justru menarik diri sama sekali dari pergaulan, karena tidak mampu menterjemahkan begitu banyak pesan istilah atau aturan sosial yang membingungkan.

Seksualitas adalah integrasi dari perasaan, kebutuhan dan hasrat yang membentuk kepribadian mengungkapkan kecenderungan sesorang untuk menjadi pria dan wanita. Seks sebaliknya biasanya didefinisikan sebagai jenis kelamin (pria atau wanita), atau kegiatan atau aktivitas dari hubungan fisik seks itu sendiri.

Dalam hal ini seksualitas dibatasi sebagai pikiran, perasaan, sikap dan perilaku seseorang terhadap dirinya sendiri, dengan demikian, bukan kegiatan hubungan seks yang akan dibahas, tetapi bagaimana membantu anak autistik memahami seksualitas secara keseluruhan, agar ia berkembang sebagai pribadi yang utuh dan mandiri.

Seksualitas mencakup banyak faktor dan tidak bisa dilihat secara terpisah. Untuk dapat memahami seksualitas, kita harus memahami cinta kasih. Untuk dapat memahami cinta kasih, kita harus memahami keterikatan. Untuk dapat memahami keterikatan, kita harus memahami arti cinta tanpa pamrih. Dan tentu saja untuk dapat memahami arti cinta tanpa pamrih, kita harus pernah merasakannya.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in ASD-PDDNOS-Sindrome Asperger

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.