Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus

Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus di Ruang Kelas

Aturan dan Etika Ruang Lingkup Sekolah, Kadang seringkali Menghambat Proses Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus, di Ruang Kelas Lingkungan Sekolah

Guru Pendamping

Ilustrasi:
“Ada beberapa sekolah inklusi, yang memiliki aturan dan etika kadang seringkali menghambat proses asesmen bagi anak berkebutuhan khusus di lingkungan ruang kelas. Mereka cenderung tertutup dan tidak mau bekerjasama. Apakah hal ini merupakan ketidaksiapan layanan pendidikan dalam setting inklusif, dimana guru-guru yang ada kurang pengetahuan dan pemahamannya di bidang anak berkebutuhan khusus (tidak memiliki background) disamping sumber daya team-psikologi internal tidak dimiliki sekolah, dipublikasikan bekerjasama dengan psikolog ternama, tetapi dalam kenyataannya hanya sekedar pinjam nama”

Asessmen dan Sistem Pendidikan

Psikolog, biasanya dalam proses awal fokus melakukan asesmen bagi anak-anak yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, apakah mungkin anak itu perlu ditempatkan di sekolah inklusif atau sekolah khusus?

Yang mungkin paling penting dilakukan dalam proses asesmen bagi anak berkebutuhan khusus di sini adalah perlunya mengobservasi sifat dan tingkat kesulitan belajar anak, mengukur tingkat kekuatan dan kelemahan intelektual anak, menilai kesulitan perilaku anak, menyusun rencana pendidikan anak, memperkirakan respon anak untuk intervensi, dan merekomendasikan perubahan dalam program pembelajaran anak atau penempatan anak dalam sistem pendidikan inklusif atau sekolah khusus (Sattler, 2001).

Rencana Pendidikan

Rencana pendidikan harus secara sensitif disusun pada kemampuan anak dalam berinteraksi, kepribadian anak, karakteristik guru kelas reguler, serta kebutuhan dan harapan dari orang tua. Upaya penempatan anak dalam layanan pendidikan dengan setting inklusif atau sekolah khusus dimulai dengan kunjungan observasi ke ruang kelas untuk mengamati perilaku anak dalam kondisi yang sangat alamiah.

Aspek berharga ini adalah untuk mengamati interaksi antara guru kelas dan anak. Biasanya, kesulitan dan gangguan perilaku anak terkait erat dengan interaksi anak dengan guru kelas. Kadang-kadang gaya guru kelas dalam menanggapi anak perserta-didik bisa menjadi bagian dari masalah bagi anak. Akibatnya, observasi kunjungan ke ruang kelas dapat menyebabkan ketidaknyamanan kepada guru kelas dan hal ini harus ditangani secara sensitif sekali.

Dalam banyak hal, observasi anak dalam konteks yang lebih luas, mungkin akan bertentangan dengan tradisi pengujian perilaku anak secara individu. Karena, pengujian anak secara individu terlalu sering menyediakan berbagai informasi yang relatif sempit dan sangat terbatas.

Maka guru pendamping anak berkebutuhan khusus, perlu mengkombinasikan asesmen perilaku anak di lingkungan keluarga dan perilaku anak di lingkungan ruang kelas atau sekolah. Dengan demikian, data penting tambahan akan dapat dikumpulkan dengan lebih seksama, meski mungkin ada juga data yang yang diperoleh akan bertentangan atau tidak bersesuaian satu dengan yang lainnya.

Ketidaksesuaian Data

Ketidaksesuaian inventaris data ini mungkin terjadi, akibat dari pembatasan peraturan sekolah atau etika tentang ruang lingkup dan layanan pendidikan sekolah yang tidak boleh diketahui, takut ditiru, takut disaingi, takut diremehkan dan lain sebagainya, kebanyakan terjadi pada sekolah Kelompok Bermain (Playgorup) dan TK, serta Sekolah Dasar yang dikelola oleh yayasan atau swasta yang sudah ternama. Sehingga tidak akan dapat memberikan banyak inventaris data, atau setidaknya dapat sedikit mengakomodir pemenuhan harapan guru pendamping anak berkebutuhan khusus, sebagaimana tuntutan orang tua anak.

Hampir semua atau beberapa individu mungkin mempersepsikan anak peserta didik sebagai “anak dengan masalah” dalam tanda kutip, daripada mengakui bahwa sistem sekolah atau layanan pendidikan yang tidak tepat bagi anak atau gejolak perkawinan atau keluarga yang tidak harmonis, kesalahpahaman antara guru dan orang tua, atau konflik antara kepala sekolah dan orang tua, yang secara signifikan mungkin sangat bertanggung jawab.

Seyogyanya, semua harusnya memahami dan berangkat pada fokus awal, siswa sebagai “anak bermasalah” atau sebagai layaknya “pasien yang diidentifikasi.” Setiap laporan tertulis untuk pengaturan pendidikan harus fokus tidak hanya pada kelemahan anak, tetapi juga pada kekuatannya. Memahami potensi kekuatan anak dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri anak serta menciptakan perubahan lebih baik dalam konteks yang luas. Rekomendasi harus realistis dan praktis. Hal ini dapat secara efektif dikembangkan ketika memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang sumber daya yang relevan di masyarakat, sistem sekolah, dan lingkungan ruang kelas.

Pemahaman ini sangat penting karena kualitas dan sumber daya yang tersedia antara satu sekolah atau sistem sekolah dan berikutnya dapat sangat bervariasi. Rekomendasi biasanya menentukan perlunya keterampilan yang harus dipelajari, bagaimana hal itu bisa dipelajari, hirarki tujuan, dan kemungkinan teknik untuk mengurangi perilaku anak yang membuat anak mengalami kesulitan belajar dan perlunya penatalaksanaan yang lebih baik lagi.

Referensi :

Sattler, J. M. (2001), Assessment of children: Cognitive functions (4th ed.), San Diego, CA: Author.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in guru pendamping

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.