Etiologi ADHD

Pengertian Istilah Etiologi

ADHD

Menurut istilah yang saya ambil dari Wikipedia bahasa Indonesia, didefinisikan “Etiologi berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘menyebabkan’ adalah merupakan studi yang mempelajari tentang sebab dan asal muasal” (1)

Di bidang kedokteran, istilah ini mengacu pada penyebab dari suatu penyakit atau gangguan kesehatan. Ketika suatu etiologi suatu penyakit tidak dapat ditentukan atau diketahui secara pasti, penyebab penyakit tersebut disebut idiopatik.

Dalam bidang epidemiologi, dibutuhkan sejumlah bukti yang dikumpulkan secara bersama-sama untuk menyimpulkan suatu penyebab. Selain itu, juga perlu dibedakan antara penyebab dan asosiasi atau korelasi statistis. Untuk membedakan kedua hal tersebut, perlu dilakukan suatu studi epidemiologi lebih lanjut.

Beberapa kejadian bisa terjadi secara bersama, tidak selalu karena adanya hubungan sebab-akibat, tapi dapat terjadi karena adanya chance, bias, atau confounding. Selain itu juga perlu ditentukan kejadian mana yang merupakan penyebab, dan mana yang menjadi akibat. Proses sampling dan pengukuran yang teliti lebih penting daripada analisis statistis yang rumit dalam menentukan suatu penyebab. Penelitian eksperimental dengan intervensi merupakan bukti yang paling memenuhi syarat dalam menegakkan suatu penyebab.

Etiologi kadang-kadang merupakan suatu bagian dari serangkaian sebab-akibat. Suatu agen etiologis mungkin membutuhkan suatu kofaktor independen yang mendukung untuk menjadi suatu penyebab. Salah satu contoh untuk kasus ini misalnya, penyakit ulkus peptik dapat dipicu oleh stres, membutuhkan adanya sekresi asam lambung, dan memiliki etiologi primer infeksi Helicobacter pylori. Kerangka kerja seperti di atas dapat digunakan untuk mencari etiologi yang sebenarnya dari banyak penyakit kronis yang masih belum diketahui penyebabnya.

Etiologi ADHD (Penyebab ADHD)

Penyebab anak ADHD telah banyak diteliti dan dipelajari tetapi belum ada satu pun penyebab pasti yang tampak berlaku bagi semua gangguan yang ada. Berbagai virus, zat-zat kimia berbahaya yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar, faktor genetika,masalah selama kehamilan atau kelahiran, atau apa saja yang dapat menimbulkan kerusakan perkembangan otak, berperan penting sebagai faktor penyebab ADHD ini.

Terdapat beberapa hal yang diduga menjadi penyebab terjadinya anak berkebutuhan khusus ADHD, secara umum karena ketidakseimbangan kimiawi atau kekurangan zat kimia tertentu di otak yang berfungsi untuk mengatur ‘perhatian dan aktivitas’.

Beberapa penelitian menunjukan adanya kecenderungan faktor keturunan (herediter) tetapi banyak pula penelitian yang menyebutkan bahwa faktor-faktor sosial dan lingkunganlah yang lebih berperan.

Ada dugaan kuat bahwa televisi,komputer,dan videogame mempunyai andil dalam memunculkan atau memperberat gejala ini. Anak dengan ciri ADHD tetapi tidak ditemukan adanya kelainan neurologis, penyebabnya diduga ada kaitan dengan faktor emosi dan pola pengasuhan.

Sampai saat ini etiologi sesungguhnya dari ADHD memang belum jelas diketahui. Faktor neurobiologi diduga menyokong cukup kuat akan timbulnya gangguan ini. Pemaparan zat toksik prenatal, prematuritas, dan mekanisme kelahiran yang mengganggu sistem saraf diperkirakan berhubungan dengan gangguan ini. Namun demikian Barkley (1998) menyatakan bahwa faktor psikososial dapat menyebabkan dan memperburuk gejala ADHD.(2,p-21)

Namun untuk bahan kajian lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor yang diduga berhubungan atau sebagai penyebab ADHD antara lain:

  1. Faktor Genetik,
  2. Faktor Neurobilogis,
  3. Faktor Lingkungan dan
  4. Faktor Psikososial.

Kajian Faktor-faktor Penyebab ADHD, masing-masing akan saya sampaikan pada posting artikel berikutnya. Insya Allah…

Referensi :

(1). Definisi dan deskripsi Etiologi, selengkapnya http://id.wikipedia.org/wiki/Etiologi
(2) Barkley A R: Attention Deficit Hyperactivity Disorder, 2nd Ed, New York, The Guilford Press, 1998.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , ,
Posted in ADD-ADHD
One comment on “Etiologi ADHD
  1. […] telah dikemukakan pada posting terdahulu “Etiologi ADHD” bahwa faktor genetik adalah merupakan salah satu penyebab terjadinya anak berkelainan dengan […]

    Liked by 1 person

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.