Karakteristik Dyspraxia

Sifat dan Karakteristik Dyspraxia
atau Developmental Coordination Disorder (DCD)

Dyspraxia Child
Adapun sifat dan karakteristik dari Dyspraxia atau Developmental Coordination Disorder (DCD), ditentukan oleh disfungsi area berikut:

1. Dyspraxia – Poor Motor Planning

Ini adalah cara otak menggambarkan apa yang akan dilakukan dan bagaimana kan melakukannya . Kesulitan dalam motor planning akan membuat gerakan-gerakan baru dan aksi-aksi tindakan sulit untuk dilakukan.

a). Kesulitan Gross Motor Skill (Skill motorik kasar)

Dimaksudkan dengan gerakan-gerakan besar yang dilakukan menggunakan tangan dan kaki . Contoh keterampilan motorik kasar meliputi berlari, memanjat, menangkap, melempar, melompat-lompat.

• Low Muscle Tone (tonus otot rendah)

Tonus otot menggambarkan tingkat aktivitas otot. Tonus otot yang rendah dapat memanifestasikan postur tubuh yang buruk, disebabkan oleh kombinasi dari otot-otot yang lemah dan kelompok otot yang kencang (pada usia anak yang lebih tua ). Anak-anak dengan tonus rendah harus melakukan upaya yang lebih besar untuk menjadi aktif secara fisik dan ini berarti anak mungkin bergerak dalam putaran yang lebih keras dari pada anak-anak lainnya.

b). Kesulitan Fine Motor Skill (motorik halus)

Ini dimaksudkan dengan gerakan kecil yang dilakukan dengan jari-jari. Contoh keterampilan motorik halus termasuk menggunakan pensil, memegang gunting, memegang pisau dan garpu, mengikat tali sepatu atau mengancing ritsleting dan kancing pakaian.

2. Disfungsi integrasi sensorik

Anak-anak dengan Dyspraxia atau Developmental Coordination Disorder (DCD) sering mengalami kesulitan memproses informasi yang mereka terima dari indera mereka.

Dalam hal ini termasuk Vision (visi), Hearing (pendengaran), Taste (indera perasa), Smell (indera penciuman), Touch (indera peraba), dan gerakan. Seorang anak mungkin lebih sensitif atau di bawah sensitif terhadap masukan dari indera-indera tersebut.

Contoh: kepekaan sensoris – sensitivitas rendah, meliputi: tekanan pada suara keras, ketidaknyamanan dengan pakaian bertekstur tertentu, respon takut pada ayunan / bundaran atau, tidak bisa mentolerir makanan bertekstur yang berbeda (misalnya makanan dengan benjolan).

Contoh: kepekaan sensoris – sensitivitas rendah, termasuk respon di bawah rasa sakit, tidak memperhatikan ketika namanya dipanggil atau mencari gerakan.

• Poor Body Awareness (rendahnya kesadaran tubuh):

Ini adalah persepsi seorang anak tentang tubuhnya sendiri. Anak-anak dengan kesadaran tubuh yang buruk mungkin salah menilai jarak antara dirinya dan benda-benda di sekitarnya. Mereka mungkin mengalami kesulitan untuk mengetahui, berapa banyak upaya keras yang diperlukan, atau mungkin upaya yang lamban/pelan, contoh: membanting (keras) pintu atau memegang pensil (terlalu erat dan menekan).

3. Persepsi Visual (visual motor difficulties)

Persepsi visual adalah kemampuan untuk memahami apa yang kita lihat. Anak-anak dengan masalah persepsi visual yang mungkin memiliki kesulitan dengan memori visual, membedakan perbedaan antara bentuk yang sama secara tersurat, kesulitan melakukan skrining keluar informasi visual non-relevan atau kesulitan mengorganisasikan bagian-bagian informasi visual.

• Eye Movement Difficulties (Kesulitan Gerakan Mata)

Anak-anak dengan Dyspraxia atau Developmental Coordination Disorder (DCD) dapat mengalami kesulitan mengkoordinasikan kedua mata bersama-sama. Hal ini dapat menyebabkan pandangan yang kabur dan visi ganda, pelacakan alur yang rendah (misalnya garis yang melompat-lompat) . Oleh karena itu, mereka mungkin mengalami kesulitan dengan membaca, menyalin dari papan dan dengan koordinasi mata dan tangannya.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Posted in Dyspraxia
One comment on “Karakteristik Dyspraxia
  1. Rita Sie says:

    Tindakan apa yg harus dilakukan utk terapi DCD ini?

    Like

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.