Deteksi Dini Gangguan Berbicara dan Berbahasa

Deteksi Dini Gangguan Kesulitan dan Keterlambatan Berbicara & Berbahasa (Speech and Language Delay & Disorder)

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Deteksi Dini

Dyspraxia OralOrangtua biasanya sering sangat khawatir tentang gangguan kesulitan dan keterlambatan berbahasa dan berbicara (speech and language disorder) pada anak-anak mereka, ketika mereka tidak mampu berbahasa dan berbicara seperti lazimnya anak-anak lain, seusianya.

Sementara di sisi lain, kadang ada beberapa orang tua sering kelihatan meremehkan hal ini, tanpa berusaha mencari tahu kondisi anak, penyebab gangguan dan ketidakmampuan berbicara dan berbahasa (speech and language disorder) pada anak, dan berkonsultasi dengan ahli profesional, dokter dan terapis wicara.

Kesulitan dan ketidakmampuan berbicara dan berbahasa (speech and language disorder) pada anak, kadang dapat menyebabkan rasa frustrasi pada anak dan akibatnya bisa berpengaruh pada pola perilaku anak, tumbuh kembang anak dan kemajuan prestasi belajar anak di sekolah.

Dalam program terapi bicara dan berbahasa pada anak-anak, orang tua memegang peran yang sangat penting. Lindsay dan Dockrell (2004) menunjukkan pentingnya orangtua dalam identifikasi awal dalam gangguan dan kesulitan bicara dan berbahasa pada anak secara spesifik, dan menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan terapis wicara.

Biasanya orang tua yang membuat keputusan tentang, apakah akan membawa anaknya untuk terapi bicara dan berbahasa, atau tidak? Apakah ia mau menerima intervensi yang ditawarkan oleh seorang terapis wicara atau tidak?  Dengan demikian, orang tua akan dapat memahami perkembangan berbicara dan berbahasa anaknya, kesulitan-kesulitan dan cara-cara intervensi, sehingga memungkinkan terapis wicara untuk lebih peka terhadap keinginan keluarga dan dengan siapa mereka bekerja, serta mengurangi kemungkinan kesalahpahaman antara orang tua terhadap tujuan dan proses-proses intervensi yang terlibat dalam terapi wicara. Hal ini pada gilirannya, dapat mempengaruhi dalam mengambil keputusan untuk mendapat perhatian yang lebih, kehadiran, partisipasi dan kepuasan dengan tenaga terapis wicara.

Pengetahuan orang tua tentang apa yang “normal” dalam perkembangan berbicara dan berbahasa pada anak, dapat membantu orang tua mencari tahu apakah anaknya mengalami gangguan perkembangan berbicara dan berbahasa atau tidak, sehingga apakah mereka harus peduli dan harus segera merujuk anaknya ke profesional – dokter dan terapis wicara atau tidak.

Tahapan Perkembangan Berbicara & Berbahasa Pada Anak Normal

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku tentang tingkah laku manusia, memberikan gambaran umum mengenai tahapan perkembangan berbicara dan berbahasa pada anak normal, yang berkembang dengan kemampuan yang berbeda-beda.

Terapi Wicara
Namun, di sini orang tua haruslah bijaksana dan diharapkan tidak menilai setiap anak dengan berpatokan terlalu ketat atas tahapan perkembangan berbicara dan berbahasa sesuai usia anak dalam gambaran umun dibawah ini. Jarak interval usia anak dalam tahapan perkembangan dibawah, hanyalah sebagai panduan dari kemampuan anak pada usia tertentu.

Anak Usia 0 – 6 Bulan

• mengulangi suara yang sama;
• sering kali membuat suara “koo” dan “gurgles” (bergelegak), dan suara-suara yang menyenangkan;
• menggunakan tangisan yang berbeda-beda untuk mengutarakan kebutuhan yang berbeda-beda;
• tersenyum bila diajak berbicara;
• mengenali suara manusia;
• melokalisai suara dengan cara menolehkan kepala
• mendengarkan pembicaraan;
• menggunakan konsonan /b/, /p/, dan /m/ ketika mengoceh (babbling);
• menggunakan suara atau isyarat (gestures) untuk memberi tahu keinginan.

Anak Usia 7 – 12 Bulan

• mengerti arti tidak dan panas;
• dapat memberi respons untuk permintaan yang sederhana;
• mengerti dan memberi respons pada namanya sendiri;
• mendengarkan dan meniru beberapa suara;
• mengenali kata untuk benda-benda sehari-hari (misalnya susu, sepatu, cangkir);
• “mengoceh” (babbles) dengan menggunakan suara yang panjang dan pendek;
• menggunakan intonasi suara seperti lagu ketika “babbles”
• menggunakan berbagai macam-macam suara ketika “babbles”
• menirukan beberapa suara bicara orang dewasa dan intonasinya;
• menggunakan suara bicara selain tangisan untuk mendapatkan perhatian;
• mendengarkan bila diajak bicara;
• menggunakan suara yang mendekati suara yang ia dengar;
• mulai merubah “mengoceh” (babbling) ke “jargon;”
• mulai menggunakan bicara dengan tujuan;
• hanya menggunakan kata benda;
• memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 1-3 kata.
• mengerti perintah sederhana.

Anak Usia 13 – 18 Bulan

• menggunakan intonasi yang mengikuti pola bicara orang dewasa;
• menggunakan “echolalia” dan “jargon”;
• tidak mengucapkan beberapa konsonan depan dan hampir seluruh konsonan akhir;
• bicara hampir keseluruhan tidak dapat dimengerti;
• mengikuti perintah sederhana;
• mengenali 1-3 bagian dari tubuh;
• memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 3-20 kata atau lebih (kebanyakan kata benda);
• memadukan vokalisasi dan isyarat;
• membuat permintaan untuk hal-hal yang lebih diinginkan.

Anak Usia 19 – 24 Bulan

• lebih sering menggunakan kata dari pada “jargon”;
• memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 50-100 kata atau lebih;
• memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 300 kata atau lebih;
• mulai memadu kata benda dan kata kerja;
• mulai menggunakan kata pengganti orang;
• kendali suara masih tidak stabil;
• menggunakan intonasi yang benar untuk pertanyaan;
• bicara 25-50% dapat dimengerti orang luar;
• menjawab pertanyaan “ini apa?,”
• senang mendengarkan cerita;
• mengenali 5 bagian dari tubuh;
• secara benar dapat menenamkan beberapa benda sehari-hari.

Anak Usia 2 – 3 Tahun

• bicara 50-75% dapat dimengerti;
• mengerti satu dan semua;
• mengucapan keinginan untuk ke kamar mandi (sebelum, sedang atau setelah kejadian);
• meminta benda dengan menamakannya;
• menunjuk kepada gambar didalam buku bila diminta;
• mengenali beberapa bagian dari tubuh;
• mengikuti perintah sederhana dan menjawab pertanyaan sederhana;
• senang mendengarkan cerita pendek, lagu dan sajak;
• menanyakan 1-2 kata pertanyaan;
• menggunakan 3-4 kata frase;
• menggunakan preposisi;
• menggunakan kata yang sama dalam konteks;
• menggunakan “echolalia” bila kesukaran berbicara;
• memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 50-250 kata (dan berkembang dengan pesat pada tahap ini);
• memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 500-900 kata atau lebih;
• mengerti hampir keseluruhan yang dikatakan kepadanya;
• sering mengulang, terutama kata permulaan “saya” (nama) dan suku kata pertama;
• berbicara dengan suara yang keras;
• nada suara mulai meninggi;
• menggunakan huruf hidup dengan baik;
• secara konsisten menggunakan konsonan awal (walaupun beberapa masih tidak dapat diucapkan dengan baik);
• sering menghilangkan konsonan tengah;
• sering menghilangkan atau mengganti konsonan akhir.

Anak Usia 3 – 4 Tahun

• Mengerti fungsi dengan benda;
• mengerti perbedaan dari arti kata (besar-kecil, diatas-didalam, berhenti-jalan);
• mengikuti perintah 2-3 bagian;
• menanya dan menjawab pertanyaan sederhana (siapa, apa, dimana, kenapa)
• sering menanya dan meminta jawaban yang terperinci;
• menggunakan analogi yang sederhana;
• menggunakan bahasa untuk mengekspresikan emosi;
• menggunakan 4-5 kata dalam kalimat;
• mengulang kalimat 6-13 suku kata secara benar;
• mengenali benda dengan nama;
• memanipulasi orang dewasa dan teman sebaya;
• kadang-kadang “acholalla” masih digunakan;
• lebih sering menggunakan kata benda dan kata kerja;
• sadar akan waktu yang telah lalu dan yang akan datang;
• memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata 800-1,500 kata atau lebih;
• memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 1,200-2,000 kata atau lebih;
• kadangkala mengulang nama, terbata-bata, kesulitan mengatur napas, dan meringis;
• berbisik;
• bicara 80% dapat dimengerti;
• walaupun masih banyak kesalahan, tatabahasa sudah banyak membaik;
• dapat menceritakan dua kejadian secara urut;
• dapat bercakap-cakap lebih lama.

Anak Usia 4 – 5 Tahun

• mengerti konsep jumlah sampai dengan 3;
• mengerti spatial konsep;
• mengenali 1-3 warna;
• memiliki pemahaman (reseptif) kosa kata 2,800 kata atau lebih;
• menghitung sampai 10 secara rote;
• mendengarkan cerita pendek;
• menjawab pertanyaan tentang fungsi;
• menggunakan tatabahasa dalam kalimat dengan benar;
• memiliki pengucapan (ekspretif) kosa kata 900-2,000 kata atau lebih;
• menggunakan kalimat dengan 4-8 kata;
• menjawab pertanyaan 2 bagian;
• menanyakan arti dari kata;
• senang akan sajak, ritme dan suku kata tidak berarti;
• menggunakan konsonan dengan 90% kecepatan;
• bicara biasanya dapat dimengerti oleh orang luar;
• dapat bercerita tentang pengalaman di sekolah, dirumah teman, dll.
• dapat menceritakan kembali cerita panjang;
• memperhatikan bila diceritakan dan menjawab pertanyaan sederhana tentang cerita tersebut.

Anak Usia 5 – 6 Tahun

• menamakan 6 warna dasar dan 3 bentuk dasar;
• mengikuti perintah yang diberikan dalam kelompok;
• mengikuti perintah 3-bagian;
• menanyakan pertanyaan bagaimana;
• menjawab secara verbal pertanyaan hai dan apa kabar?;
• menggunakan kata untuk sesuatu yang telah berlalu dan akan datang;
• menggunakan kata penghubung;
• memiliki pengucapan (ekspresif) kosa kata ? 13,000 kata;
• menamakan lawan kata;
• secara urut menamakan nama hari;
• menghitung sampai 30 secara mengurutkan (runtun);
• kosa kata secara drastis meningkat terus;
• panjang kata dalam kalimat menurun hingga 4 – 6 kata dalam kalimat;
• terkadang membalikan suara-suara

Anak Usia 6 – 7 Tahun

• menamakan beberapa huruf, angka, dan mata uang;
• mengurutkan angka;
• mengerti kanan dan kiri;
• menggunakan makin banyak lagi kata-kata yang lebih kompleks untuk menjelaskan sesuatu;
• mengadakan percakapan;
• memiliki pemahaman kosa kata ? 20,000 kata;
• menggunakan panjang kalimat sampai dengan 6 kata;
• mengerti hampir keseluruhan konsep tentang waktu;
• dapat mengucapkan abjad;
• dapat menghitung sampai dengan 100 secara runtun;
• menggunakan hampir seluruh aturan untuk perubahan kata dengan benar;
• menggunakan kalimat pasif dengan benar.

Perkembangan Kosa Kata

1 tahun (12 Bulan) : Dua Kata selain “mama” dan “dada:

  • 14 Bulan : Tiga kata ditambah “mama” dan “dada”
  • 16 Bulan : Lima kata tidak termasuk “mama” dan “dada”
  • 18 Bulan : Sepuluh Kata Vocabulary (Kosa Kata)

2 tahun (24 Bulan) : Sedikitnya 300 kata dalam Kosa Kata Berbicara

  • 30 Bulan :  Kosa Kata berjumlah 450 kata

3 tahun (36 Bulan) Kosa Kata mendekati 1000 kata

  • 42 Bulan : Kosa Kata berjumlah 1200 kata

4 tahun (48 Bulan) : Kosa Kata berjumlah 1500 kata

  • 54 Bulan : Kosa Kata berjumlah 1900 kata

5 tahun (60 Bulan) : Kosa Kata berjumlah 2200 kata

Kesimpulan

Dengan demikian, orang tua akan dapat memahami perkembangan berbicara dan berbahasa anaknya, sehingga apakah mereka harus peduli dan harus segera merujuk anaknya ke profesional – dokter dan terapis wicara atau tidak.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Terapi Wicara

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.