Jenis-jenis Terapi Okupasi

Jenis Terapi Okupasi

Terapi Okupasi

Terapi Okupasi Tidak Perlu Mahal dengan Peralatan Mahal (Okupasi ini bisa dilakukan di Taman Pintar, taman kota, pembatas taman, di atas papan, dlsbnya sesuai kreativitas kita).

Jenis-jenis terapi okupasi, pada umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan:

1. Obyek Terapi Okupasi

(a).  Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll.
(b) Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.

2. Tujuan Terapi Okupasi

(a) Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
(b) Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri & memupuk semangat kerja

3. Bentuk Kegiatan Aktivitas (Okupasi)

(a) ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
(b) Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.

4. Anggota Terapi Okupasi

(a) Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
(b) Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan

Menurut Creek (2003) okupasi terapi bergerak pada tiga area, atau yang biasa disebut dengan occupational performance yaitu, activity of daily living (perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan waktu luang).

Bagaimanapun setiap individu yang hidup memerlukan ketiga komponen tersebut. Individu-individu tersebut perlu melakukan perawatan diri seperti aktivitas makan, mandi, berpakaian, berhias, dan sebagainya tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Individu juga perlu bekerja untuk bisa mempertahankan hidup dan mendapat kepuasan atau makna dalam hidupnya.

Selain itu, penting juga dalam kegiatan refresing, penyaluran hobi, dan pemanfaatan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat disela-sela kepenatan bekerja. Semua itu terangkum dalam terapi okupasi yang bertujuan mengembalikan fungsi individu agar menemukan kembali makna atau arti hidup meski telah mengalami gangguan fisik atau mental.

Lebih lanjut, Jenis terapi okupasi menurut Rogers & Holm (2004) dan Creek (2003) yaitu:

(1) Aktivitas Sehari-hari

Aktivitas sehari-hari atau yang dikenal sebagai Activity of Daily Living adalah aktivitas yang ditujukan untuk merawat diri yang juga disebut Basic Activities of Daily Living atau Personal Activities of Daily Living terdiri dari: kebutuhan dasar fisik (makan, cara makan,kemampuan berpindah, merawat benda pribadi, tidur, buang air besar, mandi, dan menjaga kebersihan pribadi) dan fungsi kelangsungan hidup (memasak, berpakaian, berbelanja, dan menjaga lingkungan hidup seseorang agar tetap sehat).

(2) Pekerjaan

Kerja adalah kegiatan produktif, baik dibayar atau tidak dibayar. Pekerjaan di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya biasanya menjadi bagian penting dari identitas pribadi dan peran sosial, memberinya posisinya dalam masyarakat, dan rasa nilai sendiri sebagai anggotayang ikut berperan.

Pekerjaan yang berbeda diberi nilai-nilai sosial yang berbeda padamasyarakat. Termasuk aktivitas yang diperlukan untuk dilibatkan pada pekerjaan yangmenguntungkan/ menghasilkan atau aktivitas sukarela seperti minat pekerjaan, mencari pekerjaan dan kemahiran, tampilan pekerjaan, persiapan pengunduran dan penyesuaian,partisipasi sukarela, relawan sukarela.

Pekerjaan secara individu memiliki banyak fungsi yaitu pekerjaan memberikan orang peran utama dalam masyarakat dan posisi sosial, pekerjaan sebagai sarana dari mata pencaharian, memberikan struktur untuk pembagian waktu untuk kegiatan lain yangdapat direncanakan, dapat memberikan rasa tujuan hidup dan nilai hidup, dapat menjadi bagian penting dari identitas pribadi seseorang dan sumber harga diri, dapat menjadi forum untuk bertemu orang-orang dan membangun hubungan, dan dapat menjadi suatu kepentingan dan sumber kepuasan.

(3) Waktu Luang

Aktivitas mengisi waktu luang adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu luang yang bermotivasi dan memberikan kegembiraan, hiburan, serta mengalihkan perhatian pasien.Aktivitas tidak wajib yang pada hakekatnya kebebasan beraktivitas. Adapun jenis-jenis aktivitas waktu luang seperti menjelajah waktu luang (mengidentifikasi minat, keterampilan, kesempatan,dan aktivitas waktu luang yang sesuai) dan partisipasi waktu luang (merencanakan dan berpatisipasi dalam aktivitas waktu luang yang sesuai, mengatur keseimbangan waktu luang dengan kegiatan yang lainnya, dan memperoleh, memakai, dan mengatur peralatan dan barang yang sesuai).

Referensi :

Creek 2003 Occupational Therapy Defined as a Complex Intervention, London COT

Rogers JC (1983), Eleanor Clarke Slagle Lecture. Clinical Reasoning; the ethics, science and art. American Journal of Occupational Therapy, 37(9):601-616

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , ,
Posted in Terapi Okupasi
4 comments on “Jenis-jenis Terapi Okupasi
  1. andayati says:

    Salam kenal…Saya Andayati,guru wiyata bakti di sdn 2 gumelar kecamatan gumelar kabupaten banyumas,mencintai dunia anak ber.kebutuhan khusus dari berbagai keustimeweaan,ABK kami keseluruhan ada 223 ank dibawah bendera Gerakan Kepedulian Anak Berkebutuhan Khusus,monggo mbk Dewiii….. berkenan gabung dengan kami.Wasalam……………………….

    Like

  2. andayati says:

    adalak Kholik nama diantara ABK kami,kel;as 1 sd,LAKI LAKI,,fisik normal tapi mengalami kebiasaan menangis,berteriak,marah2mukul,menendang meja atau benda apapun yang ada di dekatnya ,bahkan badan dan tangan sampai kaku seperti ebeg yang lag mendem apabila dia merasa marah,tersinggung dengan teman sepermainan dikelas.kejadian itu sudah terpantau dari ia sekolah TK karena kebetulan dia alumnua TK kami juga dan hampir setiap hari peristiwa itu terjadi
    ,mbak Dewi……………..bgmana cara kami bisa mengatasi kholik supaya tidak seperti itu?????

    Like

    • terima kasih ibu sy mencoba menjawab, pertama kasus anak tersebut terdiagnosa apa? kedua anak tersebut harus diterapi.sy tdk bisa utk menjelaskan panjang lebar karena sy tidak tahu diagnosanya apa, kalau mereka2 atau mengira2 tidaklah bijak rasanya utk saya menjelaskan lebih lanjut. salam bu dewi

      Like

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.