Fungsi dan Tujuan Terapi Okupasi

Fungsi Terapi Okupasi

Terapi Okupasi

Terapi Okupasi Tidak Perlu Mahal (Misalnya, Jepitan Jemuran Baju dikombinasikan dengan Mistar Penggaris)

Sebagaimana diketahui, Terapi okupasi adalah terapan medis yang terarah bagi pasien fisik maupun mental dengan menggunakan aktivitas sebagai media terapi, dalam rangka memulihkan kembali fungsi seseorang sehingga dia dapat mandiri semaksimal mungkin.

Menurut Djunaedi & Yitnarmuti (2001) fungsi terapi okupasi adalah sebagai berikut:

(1) Sebagai perlakuan psikiatri yang spesifik untuk membangun kesempatan-kesempatan demi hubungan yang lebih memuaskan, membantu pelepasan, atau sublimasi dorongan (drive) emosional, sebagai suatu alat diagnostik.

(2) Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot, dan koordinasi gerakan.

(3) Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan fasilitas umum (telepon, televisi, dan lain-lain), baik dengan maupun tanpa alat bantu, mandi yang bersih, dan lain-lain.

(4) Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya dan memberi saran penyederhanaan (siplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.

(5) Meningkatkan toleransi kerja, memelihara, dan meningkatkan kemampuan yang masih ada.

(6) Eksplorasi prevokasional untuk memastikan kemampuan fisik dan mental pasien, penyesuaian sosial, dan ketertarikan, kebiasaan-kebiasaan kerja, keterampilan, dan potensial untuk dipekerjakan.

(7) Sebagai suatu ukuran suportif dalam membantu pasien untuk menerima suatu periode kesembuhan atau masuk rumah sakit dalam jangka waktu yang lama.

(8) Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan.

Tujuan Terapi Okupasi

Adapun tujuan terapi okupasi menurut Riyadi dan Purwanto (2009), adalah:

Terapi Okupasi

Terapi Okupasi Tidak Perlu Mahal (Misalnya, Belajar Menggunting dengan Gunting Kertas yang Aman Bagi Anak)

1. Terapi khusus untuk pasien mental/ jiwa.

(a). Menciptakan suatu kondisi tertentu sehingga pasien dapat mengembangkan kemampuannya untuk dapat berhubungan dengan orang lain dan masyarakat sekitarnya.
(b) Membantu dalam melampiaskan gerakan-gerakan emosi secara wajar dan produktif.
(c) Membantu menemukan kemampuan kerja yang sesuai dengan bakat dan keadaannya.
(d) Membantu dalam pengumpulan data guna penegakan diagnose dan penetapan terapi lainnya.

2. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan.

3. Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan fasilitas umum (telpon, televisi, dan lain-lain), baik dengan maupun tanpa alat bantu, mandi yang bersih, dan lain-lain.

4. Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya, dan memberi saran penyederhanaan (simplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.

5. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada.

6. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh pasien sebagai langkah dalam pre-vocational training. Dari aktivitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan kerja, sosialisasi, minat, potensi dan lain-lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya ke pekerjaan yang tepat dalam latihan kerja.

7. Membantu penderita untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna.

8. Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga.

Referensi

Sujono Riyadi dan Teguh Purwanto. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2009.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , ,
Posted in Terapi Okupasi
One comment on “Fungsi dan Tujuan Terapi Okupasi
  1. Luthfia ayu az zahra says:

    Bagaimana dan di mana saja prospek kerja untuk okupasi terapi

    Like

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.