Okupasi (Aktivitas)

Pengertian Okupasi (Aktivitas)

Terapi Okupasi
Aktivitas dinilai sebagai jembatan antara lingkungan internal (jiwa) dan lingkungan eksternal (dunia luar). Melalui aktivitas seseorang dihubungkan dengan lingkungan sehingga ia dapat mempelajarinya, mencoba ketrampilan atau pengetahuan, mengekspresikan perasaan, dan juga mencapai tujuan hidup. Potensi inilah yang digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan okupasiterapi, baik bagi penderita fisik maupun mental.

Aktivitas dalam okupasiterapi digunakan sebagai media untuk evaluasi, diagnosis, terapi, maupun rehabilitasi. Dengan mengamati dan mengevaluasi selama mengerjakan suatu aktivitas dan dengan menilai hasil pekerjaannya dapat ditentukan arah terapi dan rehabilitasi selanjutnya dari pasien tsb.

Penting untuk diingat bahwa aktivitas dalam okupasi terapi tidak untuk menyembuhkan, tetapi hanya sebagai media. Diskusi yang terarah setelah penyelesaian suatu aktivitas sangat penting untuk dilakukan karena dalam kesempatan tersebut terapis dapat mengarahkan pasien. Melalui sessi diskusi itulah pasien belajar mengenal dan mengatasi persoalannya.

Melalui aktivitas pasien diharapkan akan dapat berkomunikasi lebih baik untuk mengekspresikan dirinya. Melalui aktivitas kemampuan pasien dapat diketahui oleh terapis maupun pasien itu sendiri.

Dengan menggunakan alat-alat atau bahan-bahan dalam melakukan suatu aktivitas pasien didekatkan pada kenyataan, terutama dalam kemampuan dan kelemahannya.

Mengerjakan suatu aktivitas dalam suatu kelompok akan merangsang terjadinya interaksi di antara anggota kelompok yang berguna dalam meningkatkan kemampuan sosialisasi, dan menilai kemampuan diri masing-masing dalam hal keefisiensiannya berhubungan dengan orang lain.

Jenis-Jenis Okupasi (Aktivitas)

Menurut Muhaj (2009), aktivitas yang digunakan dalam terapi okupasi, sangat dipengaruhi oleh konteks terapi secara keseluruhan, lingkungan, sumber yang tersedia, dan juga oleh kemampuan si terapi sendiri (pengetahuan, keterampilan, minat dan kreativitasnya).

Lebih lanjut Muhaj (2009) mengungkapkan jenis aktivitas (okupasi) dalam terapi okupasi, adalah:
• Latihan gerak badan
• Olahraga
• Permainan
• Kerajinan tangan
• Kesehatan, kebersihan, dan kerapihan pribadi
• Pekerjaan sehari-hari (aktivitas kehidupan sehari-hari)
• Praktik pre-vokasional
• Seni (tari, musik, lukis, drama, dan lain-lain)
• Rekreasi (tamasya, nonton bioskop/drama, pesta ulang tahun dan lain-lain)
• Diskusi dengan topik tertentu (berita surat kabar, majalah, televise, radio atau keadaan lingkungan).
• Dan lain sebagainya.

Karakteristik Okupasi (Aktivitas)

Aktivitas dalam terapi okupasi adalah segala macam aktivitas yang dapat menyibukan seseorang secara produktif yaitu sebagai suatu media untuk belajar dan berkembang, sekaligus sebagai sumber kepuasaan emosional maupun fisik.

Oleh karena itu setiap aktivitas yang digunakan daladm okupasiterapi harus mempunyai karakteristik sebagai berikut :
a. Setiap gerakan harus mempunyai alasan dan tujuan terapi yang jelas. Jadi bukan hanya sekedar menyibukan pasien
b. Mempunyai arti tertentu bagi pasien, artinya dikenal oleh atau ada hubungannya dengan pasien.
c. Pasien harus mengerti tujuan mengerjakan kegiatan tersebut, dan apa kegunaannya terhadap upaya penyembuhan penyakitnya.
d. Harus dapat melibatkan pasien secara aktif walaupun minimal.
e. Dapat mencegah lebih beratnya kecacatan atau kondisi pasien, bahkan harus dapat meningkatkan atau setidak-tidaknya memelihara koondisinya.
f. Harus dapat member dorongan agar si pasien mau berlatih lebih giat sehingga dapat mandiri.
g. Harus sesuai dengan minat, atau setidaknya tidak dibenci olehnya.
h. Harus dapat dimodifikasi untuk tujuan peningkatan atau penyesuaian dengan dengan kemampauan pasien/ anak.

Pada dasarnya, menurut Riyadi dan Purwanto, (2009), mengemukakan bahwa karateristik dari aktivitas terapi okupasi, yaitu: mempunyai tujuan jelas, mempunyai arti tertentu bagi klien/ pasien, harus mampu melibatkan klien walaupun minimal, dapat mencegah bertambah buruknya kondisi, dapat memberi dorongan hidup, dapat dimodifikasi, dan dapat disesuaikan dengan minat klien/pasien.

Faktor Yang Memperngaruhi Pemilihan Okupasi (Aktivitas)

Adapun faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian seksama dalam memilih aktivitas adalah :
a. Apakah bahan yang digunakan merupakan yang mudah dikontrol, ulet,kasar, kotor, halus, dan sebagainya.
b. Apakah aktivitas rumit atau tidak.
c. Apakah perlu dipersiapkan sebelum dilaksanakan.
d. Cara pemberian instruksi bagaimana.
e. Bagaimana kira-kira setelah hasil selesai.
f. Apakah perlu pasien membuat keputusan.
g. Apakah perlu konsentrasi.
h. lnteraksi yang mungkin terjadi apakah menguntungkan.
i. Apakah diperlukan kemampuan berkomunikasi.
j. Berapa lama dapat diselesaikan.k.Apakah dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan pasien.

Analisis Okupasi (Aktivitas)

Untuk dapat mengenal karekteristik dan potensi suatu aktivitas dalam rangka perencanaan terapi okupasi, maka aktivitas tersebut harus dianalisis terlebih dahulu.

Terapi Okupasi

Hal-hal yang perlu dianalisis adalah sebagai berikut:
A.    Jenis aktivitas.
B.    Maksud dan tujuan penggunaan aktivitas tersebut (sesuai dengan tujuanterapi).
C.    Bahan yang digunakan:

1) Khusus atau tidak
2) Karekteristik bahan:

a) mudah ditekuk atau tidak,
b) mudah dikontrol atau tidak,
c) menimbulkan kekotoran atau tidak,
d) licin atau tidak,

3) Rangsangan yang dapat ditimbulkan:

a) taktil,
b) pendengaran,
c) pembauan,
d) penglihatan,
e) perabaan,
f) gerakan sendi,
g) dan sebagainya.

4) Warna

a) Macam-macamnya dan namanya
b) Banyaknya

D.   Bagian-bagian Aktivitas

1) Banyaknya bagian
2) Rumit atau sederhana
3) Apakah membutuhkan pengulangan
4) Apakah membutuhkan perhitungan matematika

E.    Persiapan pelaksanaan:

1) Apakah harus dipersiapkan terlebih dahulu
2) Apakah harus ada contoh atau cukup dengan lisan
3) Apakah bahan telah tersedia atau harus dicari terlebih dahulu
4) Apakah ruangan untuk melaksanakan harus diatur.

F. Pelaksanaan

Apakah dalam pelaksanaan tugas ini perlu adanya:

1) Konsentrasi
2) Ketangkasan
3) Rasa social diantara pasien
4) Kemampuan mengatasi masalah
5) Kemampuan bekerja sendiri
6) Toleransi terhadap frustasi
7) Kemampuan mengikuti instruksi
8) Kemampuan membuat keputusan

G.   Apakah aktivitas tersebut dapat merangsang timbulnya interaksi diantara mereka
H.   Apakah aktivitas tersebut membutuhkan konsentrasi, ketangkasan, inisiatif, penilaian, ingatan, komprehensi, dan lain-lain.
I.    Apakah aktivitas tersebut melibatkan imajinasi, kreativitas, pelampiasan emosi dan lain-lain
J.    Apakah ada kontra indikasi untuk pasien tertentu. Dalam hal ini harus bertindak hati- hati, karena dapat berbahaya bagi pasien maupun sekelilingnya (misalnya untuk pasien dengan paranoid sangat riskan memberikan benda tajam)
K.   Yang penting lagi adalah pakah disukai oleh pasien.

Referensi :

Muhaj, K. Terapi Okupasi dan Rehabilitasi, Available. 2009.
Riyadi, S. dan Purwanto, T. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , ,
Posted in Terapi Okupasi

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.