Istilah dan Definisi ADHD

Istilah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHDADHD merupkan kependekan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, dimana (Attention = Perhatian, Deficit = Kurang, Hyperactivity = Hiperaktivitas, dan Disorder = Gangguan). Atau dalam bahasa Indonesia, ADHD disebut Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH).

Sebelumnya, pernah ada istilah ADD, kependekan dari Attention Deficit Disorder yang berarti gangguan pemusatan perhatian.

Istilah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan istilah yang sering muncul pada dunia medis yang belakangan ini gencar pula diperbincangkan dalam dunia pendidikan dan psikologi.

Istilah ini memberikan gambaran tentang suatu kondisi medis yang disahkan secara internasional mencakup disfungsi otak, di mana individu mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls, menghambat perilaku, dan tidak mendukung rentang perhatian atau rentang perhatian mudah teralihkan. Jika hal ini terjadi pada seorang anak dapat menyebabkan berbagai kesulitan belajar, kesulitan berperilaku, kesulitan sosial, dan kesulitan-kesulitan lain yang kait-mengait.

Beberapa Definisi Pengertian ADHD

ADHD didefinisikan sebagai:

  • Gangguan perilaku neurobiologis yang ditandai dengan tingkat inatensi yang berkembang tidak sesuai dan bersifat kronis dan dalam beberapa kasus disertai hiperaktivitas.
  • Gangguan biokimia kronis dan perkembangan neurologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang untukmengatur dan mencegah perilaku serta mempertahankan perhatian pada suatu tugas .
  • Inefisiensi neurologis pada area otak yang mengontrol impuls dan pada pusat pengambilan keputusan (regulasi dan manajemen diri)

Dengan demikian Attention Deficit Hyperactivity  Disorder (ADHD) dapat disimpulkan “sebagai gangguan aktivitas dan perhatian (gangguan hiperkinetik) adalah suatu gangguan psikiatrik yang cukup banyak ditemukan dengan gejala utama inatensi (kurangnya perhatian), hiperaktivitas, dan impulsivitas (bertindak tanpa dipikir) yang tidak konsisten dengan
tingkat perkembangan anak, remaja, atau orang dewasa”.

Karakteristik Inatensitas (ADD)

  • Mudah terganggu perhatiannya oleh lingkungan sekitar (suara, gerakan)
  • Terlihat tidak mendengarkan ketika diajak bicara secara langsung
  • Sulit memusatkan perhatian pada tugas dan aktivitas bermain
  • Lupa dengan aktivitas harian
  • Tidak mengikuti perintah dan gagal untuk menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan (bukan
  • karena tidak mengerti)
  • Menghindar, tidak menyukai pekerjaan yang membutuhkan usaha pemikiran seperti tugas sekolah
  • atau pekerjaan rumah Gagal untuk memusatkan perhatian pada hal yang detail dan membuat banyak kesalahan besar
  • Kehilangan benda2 yang dibutuhkan untuk  menyelesaikan tugas atau beraktivitas
  • Sulit untuk mengorganisir tugas dan akitivitas

Tambahan (banyak dialami anak perempuan)

  • Tidak hiperaktif dan impulsif
  • Sering melamun
  • Mudah bosan
  • Tidur di kelas
  • Sering bingung
  • Performa inkonsisten

Karakteristik Hiperaktivitas

  • Selalu bergerak
  • Sering gelisah dengan tangan atau kaki atau sering bergerak-gerak saat duduk
  • Sering meninggalkan tempat duduk saat di dalam kelas atau situasi lain dimana duduk diam diperlukan atau
  • diharapkan, mengharuskan duduk lama.
  • Sering lari-lari atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak sesuai (tak bisa diam)
  • Sering mengalami kesukaran mengikuti permainan atau aktivitas yang membutuhkan ketenangan (main catur,
  • halma dsb.)
  • Selalu dalam keadaan bergerak atau sering melakukan aktivitas seolah-olah mengendarai motor
  • Sering berbicara berlebihan, banyak bicara
  • Sulit bermain dalam keadaan tenang

Karakteristik Impulsivitas

  • Sering cepat menjawab sebelum pertanyaan selesai diutarakan
  • Sering sukar menunggu giliran bermain
  • Sering interupsi saat diskusi atau mengganggu permainan saat pertandingan (menyela pembicaraan, mengacau permainan anak lain)
  • Sering bicara berlebihan yang tak tak sesuai dengan respon tatanan sosial.

Menurut ICD X (World Health Organization International Classification of Diseases), gangguan hiperaktif disebut Gangguan Hiperkinetik,  Gangguan hiperkinetik dibagimenjadi :

  • Gangguan aktivitas dan perhatian (ADHD)
  • Gangguan tingkah laku hiperkinetik, gangguan hiperkinetik disertai gangguan tingkah laku.

Diagnosis gangguan aktivitas dan perhatian (ICD X) yang masuk dalam kategori gangguan hiperkinetik, ditegakkan bila ada paling sedikit 6 (enam) gejala inatensi, paling sedikit 3 (tiga) gejala hiperaktivitas dan paling sedikit 1 (satu) gejala impulsivitas, onset gejala sebelum usia 7 tahun dan gejala-gejala ini tetap ada minimal selama 6 (enam) bulan.

Gejala-gejala ini harus didapatkan lebih dari 1 (satu) situasi yakni di rumah dan di sekolah, sering menyebabkan gangguan klinis yang bermakna yakni gangguan dalam hubungan sosial, akademik dan fungsi pekerjaan. Gejala-gejala tersebut juga tidak diakibatkan oleh gangguan perkembangan pervasif, skizoprenia, gangguan psikosis lainnya, dan gangguan jiwa yang
lain.

Hal penting lain perlu diperhatikan dalam penegakan diagnosa ADHD adalah adanya gangguan-gangguan komorbid yang menyertai pasien-pasien ADHD, diantaranya ialah developmental, learning, and medical problems (developmental language problems,learning disabilities, motor coordination weaknesses, sleep disorders, tic disorder, etc); dan behavioral and emotional problems (oppositionalbihavioral disorder, explosive behavior, mood disorder, conduct or anti-social problem, substance abuse, etc).

ADHD

Referensi :

1. American Psychiatric Association: Diagnostic and  Statistical Manual of Mental Disorder (DSM IV), 4th Ed Washington DC, 1994, pp. 78-85.
2. Sadock BJ and Sadock VA: Attention Deficit Disorders, Synopsis of Psychiatry, 9th Ed, Lippincott Williams & Wilkins USA, 2003: pp 1223-1230.


//

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , ,
Posted in ADD-ADHD
4 comments on “Istilah dan Definisi ADHD
  1. nunuii says:

    bu sy mu tanya ni, bagaimana cara mengajarkan membaca dan berhitung pada anak dyslexia.
    mohon bantuannya
    terima kasih

    Like

    • Sebagaimana dapat saudari ketahui dari posting artikel saya mengenai dyslexia bahwa variasi koleksi kombinasi karakteristik terkait dsylexia, tampak berbeda-beda dalam derajat tingkat keparahan dari individu per individu. Karakteristik ini mencakup, tidak hanya khasnya problematik yang dialami masing-masing individu yang berbeda-beda berdasar usia, masa pra-TK, TK, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Atas (Junior/Senior High School).

      Karena dyslexia adalah sindrom, kadang seringkali kompleks dengan variasi kombinasi karakteristik lainnya seperti dysgraphia (ketidakmampuan eja-tulis) dan atau juga disertai dyscalculia (ketidakmampuan berhitung). Dan kadang pula tumpang tindih dengan kombinasi kondisi lainnya, sepeti dyspraxia dan atau add/adhd (attention deficit/hyperactiviy disorder)- gangguan pemusatan perhatian dengan atau tanpa hiperaktivitas.

      Saya tidak bisa memberikan saran lebih lanjut menyangkut aspek teknis cara yang harus dilakukan, mengingat minimnya informasi yang saudari sampaikan. Untuk itu silahkan saudari dapat follow dan Like terus Web-Blog Anak Hebat Mandiri, terutama posting-posting artikel mengenai dyslexia.

      Terima Kasih.
      Salam Bu Dewi.

      Like

  2. novi ariyani says:

    klasifikasi anak adhd itu apakah termasuk implusif , fasif

    Like

    • Kalau boleh saya luruskan, mungkin yang dimaksud saudari karakteristik anak ADHD. Karena klasifikasi & karakteristik berbeda pengertiannya.

      Impulsivitas termasuk salah satu karakteristik anak ADHD, yang bisa dikatakan sifat “ketidaksabaran“. Seperti misalnya: Tidak betah berlama-lama atau tidak mau sabar menunggu, suka menyerobot giliran antrian bermain, suka menyela & memotong pembicaraan dan lain sebagainya.

      Sedangkan pasif, anak cenderung diam, tidak berinisiatif melakukan aktivitas.

      Like

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.