Tugas dan Peran Guru Pendamping

Tugas Guru Pendamping (Shadow Teacher).

Peran Guru PendampingPada umumnya anak berkebutuhan khusus (special neeeds children) memerlukan pendamping pada masa awal penyesuaian di lingkungan kelas yang jelas berbeda dengan lingkungan sebelumnya (sebut saja terapi individual).

Guru pendamping memegang peranan penting dalam membantu tidak hanya pada perkembangan akademik tetapi juga non akademik, seperti : perkembangan sosialisasi, komunikasi, perilaku, motorik dan perkembangan latihan keterampilan hidup sehari-hari.

Guru pendamping dapat dimaknai sebagai orang dewasa yang membantu dan mengarahkan anak berkebutuhan khusus (special needs children) khususnya anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; ADD / ADHD (Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder), Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Eja-Tulis), Retardasi Mental, Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya), dalam hal akademik dan non akademik di lembaga sekolah inklusif maupun sekolah reguler. Peran guru pendamping diharapkan dapat melatih kemampuan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus (special needs children) untuk lebih optimal dan fungsional.

Peran Guru Pendamping (Shadow Teacher)

Beberapa peranan guru pendamping menurut Skjorten dkk, dalam Pengantar Pendidikan Inklusif  (2003) yaitu :

  1. Mendampingi guru kelas dalam menyiapkan kegiatan yang berkaitan dengan materi belajar.
  2. Mendampingi anak berkebutuhan khusus (special needs children) dalam menyelesaikan tugasnya dengan pemberian instruksi yang singkat dan jelas.
  3. Memilih dan melibatkan teman seumur untuk kegiatan sosialisasinya.
  4. Menyusun kegiatan yang dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas.
  5. Mempersiapkan anak berkebutuhan khusus (special needs children) pada kondisi rutinitas yang berubah positif.
  6. Menekankan keberhasilan anak berkebutuhan khusus (special needs children) dan pemberian reward yang sesuai dan pemberian konsekwensi terhadap perilaku yang tidak sesuai.
  7. Meminimalisasi kegagalan anak berkebutuhan khusus (special needs children)
  8. Memberikan pengajaran yang menyenangkan kepada anak berkebutuhan khusus (special needs children)
  9. Menjalankan individual program pembelajaran yang terindividualkan (PPI).

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in guru pendamping
2 comments on “Tugas dan Peran Guru Pendamping

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.