Penerapan Program dan Evaluasi

Penerapan Program Pembelajaran TerIndividualkan (PPI) & Satuan Pembelajaran TerIndividualkan (SPI) serta Evaluasi Hasil Program Pembelajarannya

Evaluasi Prestasi ABKProses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (special neeeds children) dapat dilakukan di ruang dan di luar ruang kelas. Proses pembelajaran tidak berbasis isi materi dalam mata pelajaran dan tidak berbasis waktu. Proses pembelajaran disesuaikan kompetensi yang akan dikuasai anak/ subjek.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kegiatan pembelajaran untuk membantu anak/ subjek mencapai penguasaan kompetensi,
  2. Unit kegiatan dilaksanakan dalam kelompok kecil, sesuai dengan tingkat kemampuan anak/ subjek dan kompetensi yang dipelajari,
  3. Kegiatan pembelajaran berpusat pada anak/ subjek,
  4. Interaksi pembelajaran dengan komunikasi berbagai arah, yaitu komunikasi antara anak/ subjek dengan guru dan antara anak/ subjek dengan sumber belajar,
  5. Waktu pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan anak/ subjek, tidak harus dibatasi waktu yang sama untuk semua anak/ subjek,
  6. Pengembangan minat baca dan budaya membaca menjadi prioritas utama program sekolah secara berkelanjutan.
  7. Pembelajaran menerapakan prinsip belajar tuntas, sehingga anak/ subjek harus menguasai kompetensi secara utuh.

Bagi anak/subjek yang belum menguasai kompetensi dapat mengulang sampai bisa. Dalam hal ini dapat menerapakan pembelajaran remidial. Bagi anak/subjek yang sudah dapat mencapai dapat ditingkatkan untuk mempelajari kompetensi berikutnya.

Evaluasi Kemajuan Hasil Belajar.

Ada perbedaan aspek yang menjadi dasar untuk menetapkan prestasi anak berkebutuhan khusus (special neeeds children). Adapun aspek yang mendasari sistem evaluasi kemajuan hasil belajar atau prestasi bagi anak berkebutuhan khusus (special neeeds children), adalah  sebagai berikut:

  1. Evaluasi mengacu pada indikator kompetensi yang dipelajarai atau yang ditetapkan sebagai tujuan. Penjabaran indikator berdasarkan kebutuhan masing-masing anak/ subjek.
  2. Evaluasi dilakukan terhadap proses dan hasil. Setidaknya ada 4 (empat) aspek yang perlu diperhatikan dalam menetapkan hasil evaluasi sebagai hasil belajar anak, yaitu: a). Pencapaian point atau skor yang diperoleh, b). Volume kinerja (banyak sedikitnya target perilaku yang dicapai anak/subjek), c). Lama waktu belajar, dan d). Bantuan belajar.
  3. Evaluasi bagi anak berkebutuhan khusus (special neeeds children) dengan kecerdasan rendah, akan lebih tepat menggunakan tes perbuatan/ perilaku.
  4. Pelaporan hasil belajar bersifat individual dalam bentuk deskripsi kompetensi yang telah dicapai.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Kurikulum Pembelajaran

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.