Persiapan Pelaksanaan Program

Persiapan Pelaksanaan Program Terapi Kunjungan ke Rumah atau Homeschooling

Persiapan Orang Tua.

Anak dan Ibu Belajar

  • Memutuskan cara/ program, yang akan digunakan, diantaranya metode terapi pembelajarannya.
  • Berbeda dari pola pengasuhan biasa, perlu kesiapan mental, keputusan bersama seluruh keluarga (serumah), harus konsisten dilakukan semua.
  • Diharapkan sangat untuk tidak mengacau/ merusak program terapi pembelajaran yang telah disusun bersama.
  • Siap menjadi manajer program tatalaksana perilaku.
  • Mengatur jadwal guru/ terapis dan anak, dimana guru/ terapis datang 3x/ minggu, max 2-3 jam per sesi kunjungan terapi.
  • Merencanakan kurikulum pembelajaran dan evaluasi, hasil terapi pembelajaran bersama guru/ terapis.

Persiapan Sarana Belajar.

Ruang Belajar Anak

  • Kamar Khusus – bebas distraksi,
  • Kursi : guru/terapis dan anak/subjek duduk berhadapan,
  • Meja belajar,
  • Rak untuk perlengkapan atau bahan peralatan untuk alat-alat yang dirasa perlu agar tak terjangkau anak,
  • Lembar rencana pelajaran,
  • Lembar penilaian,
  • Alat-alat tulis.

Persiapan Guru/ Terapis.

Anak dan Guru Privat

  • Guru/ terapis sebaiknya diutamakan dengan background studi psikologi, karena dinilai sangat mampu dan cakap mengenai analisis perilaku dan kondisi psikis (kejiwaan) anak/ subjek, terutama anak berkebutuhan khusus (special needs children) yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder), ADD / ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Berbahasa dan Mengeja), Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya).
  • Guru/ terapis harus lebih mengedepankan behavioural therapist (terapi perilaku), dan guru/ terapi hanya memberikan rekomendasi terapi secara medis (obat-obatan) atau yang dikenal dengan terapi medikamentosa, sebagai alternatif terakhir jika dipandang perlu.
  • Tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun dan disepakati bersama,
  • Guru/ terapis harus berkepribadian jujur, sabar dan terbuka, cinta dunia anak-anak dan sayang sama anak-anak, terlebih lagi kepada anak berkebutuhan khusus (special needs children) serta siap bekerja sama dan bertukar pikiran atau mendiskusikannya.


//

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi, menyukai psikologi anak (psikologi perkembangan dan pendidikan). Sangat mencintai dunia anak dengan disabilitas mental, emosional & perilaku. Anak Berkebutuhan Khusus, yang terdiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD); Dyspraxia/ Dyslexia/ Dyscalculia; Retardasi Mental/ Down syndrome & Underachiever (Gifted/ Talented).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in terapi kunjungan ke rumah

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Upcoming Events

No upcoming events

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 704 other followers

Selalu Terhubung
Hours & Info
Buat Janji Kosultasi: 0819-0377-7481
Konsultasi: Setiap Hari Minggu 13.00-16.00.