Program Pembelajaran Terindividualkan (PPI) Anak ABK

PPI (Program Pembelajaran Terindividualkan) atau Individualized Educational Program (IEP)

Kurikulum ABKPelaksanaan pembelajaran individual pada sekolah dengan anak normal, memberikan tanggungjawab kepada anak untuk mengelola cara belajarnya sendiri-sendiri. Penerapan program pembelajaran individual dalam bidang PLB, didasarkan atas kondisi special needs children – anak berkebutuhan khusus, khususnya anak-anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder), ASD (Autism Spectrum Disorder), ADHD / ADD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder / Attention Deficit Disorder), Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Berbahasa dan Mengeja), Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya), yang memiliki perbedaan karakteristik individual yang sangat mencolok antara satu anak dengan lainnya. Karakteristik ini yang menyebabkan kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus -(special needs children ), tidak dapat diprediksi berdasarkan kemampuan rata-rata kelompok.

PPI atau Individualized Educational Program (IEP) ini penting bagi special needs children (anak berkebutuhan khusus), karena:

  1. semua special needs children (anak berkebutuhan khusus) masih memiliki potensi untuk belajar,
  2. semua special needs children (anak berkebutuhan khusus) membutuhkan pembelajaran keterampilan, yang sesuai dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari di rumah dan di masyarakat,
  3. sekolah inklusif harus melaksanakan pembelajaran keterampilan fungsional, sesuai kebutuhan individual,
  4. prinsip-prinsip pengembangan perilaku secara universal, dapat diterapkan sebagai metode pembelajaran,
  5. penilaian hasil belajar dilakukan secara informal (bukan penilaian kriteria standar), lebih sesuai diterapkan untuk penilaian tingkah laku fungsional, dan prosedur serta tujuan pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan anak.

Mangacu pada Pedoman dan Suplemen Model Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif tersebut di atas, maka pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Privat Terapi Anak ABK, menitiberatkan penerapan Program Pembelajaran Individualistik (PPI), secara :

  1. Sistematik (apa yang akan diajarkan, tahapannya),
  2. Terstruktur (bagaimana, cara mengajarkannya), dan
  3. Terukur (dapat dinilai, sudah bisa atau belum).
About these ads

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi lulusan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta. Menyukai psikologi anak dan psikologi pendidikan. Sangat mencintai dunia anak, terlebih untuk anak-anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder), ADD / ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), Dyspraxia (Developmental Coordination Disorder), Dyslexia (Kesulitan Berbahasa dan Mengeja), Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Kurikulum Pembelajaran Anak ABK

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Silahkan masukkan email untuk menerima notifikasi posting terbaru.

Join 146 other followers

Selalu Terhubung
Hubungi Saya
Dewi Lestari, S.Psi.

Dewi Lestari, S.Psi.

Saya Dewi Lestari, sarjana psikolgi lulusan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta. Menyukai psikologi anak dan psikologi pendidikan.

Sangat mencintai dunia anak, terlebih untuk anak-anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder), ADHD / ADD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder / Attention Deficit Disorder), Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Berbahasa dan Mengeja), Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya).

Info Kontak :

0819 0377 7481 (Mobile-Phone)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 146 other followers

%d bloggers like this: